Tugas menggonggong, kafilah berlalu

Meskipun tumpukan tugas masih bertengger rapi di atas meja, tetep ajah gue enak-enakan ngetik postingan baru di post. Padahal udah ketauan dari ujung kaki sampe ujung kepala, gak bakal ada orang yang mau baca atau sekedar silahturami ke blog gue. Menyedihkan, memang.

Lari dari tumpukan tugas yang menyita waktu untuk bermain adalah kebiasaan gue. Kebiasaan yang sangat tidak patut dicontoh dan parahnya, malah gue jadikan budaya.

Tugas menggonggong, kafilah berlalu. Itu merupakan peribahasa yang sengaja gue pleset-plesetkan. Yang artinya, meskipun ada tugas yang terus menerus menggonggong di otak kita, minta untuk kita kerjakan, tetapi yang namanya bermain apa lagi ol dan ngetik postingan baru di blog, yah tetep, HARUS, lanjuuuut teruuuusss!

Hahaha.

Oke, bagi bapak-bapak atau ibu-ibu (yang mungkin baca postingan ini di blog saya), mungkin akan tercengang, kaget, dan bahkan syok (maaf jika terlalu lebay) melihat postingan saya kali ini yang sangat tidak berperi-ke-pelajar-an. Tapi, yah, beginilah saya adanya. Seorang murid pemalas yang selalu menelantarkan tugas dan menjadikan tugas nomor dua sementara bermain nomor SATU! #plak

This’s me and no one person could change me, except my own~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s