Sejarah Prussia

Mungkin banyak orang yang tidak tahu, bahwa sebenarnya dahulu ada sebuah negara bernama Prussia. Untuk itu, saya memposting tentang  sejarah Prussia, sebuah negara yang sudah lama menghilang dan lenyap dari peta dunia. Namun masih menjadi sejarah yang sangat penting khususnya untuk negara Jerman🙂

Prussia

Prussia (1905)

Prussia adalah kerajaan Jerman dan negara bersejarah berasal dari Duchy of Prussia dan Margraviate of Brandenburg. Selama berabad-abad, House of Hohenzollern menguasai Prussia, dengan sukses meluaskan wilayahnya dengan pasukan yang teratur dan efektif. Prussia membentuk sejarah Jerman, dengan ibukotanya di Berlin setelah 1451. Setelah 1871, Prussia bersatu dengan Jerman, yang menyebabkannya kehilangan identitas khususnya. Hal itu dihapuskan dengan baik pada tahun 1932, dengan resmi pada tahun 1947.

Prussia mencapai kepentingan terbesarnya pada abad ke 18 dan 19. Ketika abad 18, ia menjadi kekuatan Eropa terbesar dibawah pemerintahan Frederick the Great (1740 – 1786). Ketika abad 19, kanselir Otto von Bismarck menyatukan kerajaan Jerman menjadi “Jerman Bawah” tidak terkecuali Kekaisaran Austria.

Setelah 1810 Prussia mendominasi Jerman secara politik, secara ekonomis, dan dalam populasi, dan adalah inti dari kesatuan Konfederasi Jerman Selatan yang dibentuk pada tahun 1867, yang menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman atau Deutsches Reich pada 1871.

Sejarah Awal

Pada abad ke-12 dan selanjutnya, para ksatria-ksatria Jerman dari ordo Deutsche Orden (Latin: Ordo Teutonicus) mulai ekspansi ke Eropa Timur. Mereka pada tahun 1226 menaklukkan Prusia. Lalu pada abad ke-14 mereka memiliki sebuah negara yang mencakup tidak hanya Prusia, tetapi semua negara Baltik termasuk Lithuania, Latvia dan Estonia. Namun pada tahun 1466, mereka harus mengakui kedaulatan raja Polandia dan Lithuania. Lalu pada tahun 1525, ketua ordo ini masuk agama Protestan dan membuat daerahnya menjadi semacam kadipaten (bahasa Inggris: duchy) dalam rangka negara kesatuan kerajaan Polandia. Wilayah kadipaten ini kurang lebih sudah sama dengan wilayah daerah yang pada masa yang akan datang disebut Prusia Timur. Lalu pada tahun 1618, daerah kadipaten ini diwariskan kepada dinasti Hohenzollern, yang berpusat di Berlin. Bagi mereka Prusia sangatlah penting karena daerah ini berada di luar wilayah Kekaisaran Romawi Suci di mana mereka juga anggotanya. Lalu kerajaan wangsa Hohenzollern ini disebut kerajaan Brandenburg-Prusia. Wilayahnya semakin besar karena senantiasa mencaploki daerah Polandia yang sedang dalam keadaan lemah.

Kerajaan Prussia

Bendera Prussia (1701 - 1918)

Pada tahun 1701 kerajaan Prusia dicanangkan oleh raja Friedrich I dari Prusia. Semenjak saat ini Prusia akan menjadi kerajaan Jerman yang terkuat dan terbesar. Lalu pada tahun 1862 raja Wilhem I dari Jerman mengangkat Otto von Bismarck menjadi Perdana Menteri. Bismarck bercita-cita ingin mempersatukan negara-negara Jerman yang kala itu terpecah belah menjadi sebuah negara kesatuan yang kuat. Maka pada tahun 1870, Kekaisaran Jerman yang dipelopori oleh Kerajaan Prusia dicanangkan. Wilayah kekaisaran ini mencakup seluruh daerah di Eropa di mana bahasa Jerman dipertuturkan kecuali Austria.

Keadaan Prussia Setelah Perang Dunia I

Prussia (1922-1933)

Perang Dunia I berakhir pada tahun 1918 dengan kekalahan Jerman3 – 0. Jerman dan pada khususnya kerajaan Prusia banyak kehilangan wilayah. Negara Polandia yang baru didirikan kembali, mendapatkan apa yang disebut koridor Polandia, sebuah jalan menuju laut. Kekaisaran Jerman dibubarkan dan diganti dengan sebuah republik yang disebut Republik Weimar. Namun republik yang baru ini berbentuk sebuah negara federal dan status Prusia sebagai sebuah negara bagian tetap dipertahankan. Lalu pada tahun 1933 dengan terpilihnya Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman, otonomi Prusia sebagai negara bagian dihilangkan meski secara administratif masih ada. Hitler waktu itu ingin mendirikan sebuah negara kesatuan Jerman.

Pada Republik Weimar
Mulai tahun 1922 negara bagian Prusia, terdiri dari 13 Provinsi berikut (yang tertera di antara kurung adalah nama atau status daerah tersebut sekarang):

  1. Berlin (Bundesland Berlin, Jerman)
  2. Provinz Brandenburg (negara bagian Brandenburg, Jerman dan bagian dari Provinsi Lubuskie, Polandia)
  3. Provinz Hannover (bagian dari negara bagian Niedersachsen dan Hamburg, Jerman)
  4. Provinz Hessen-Nassau (bagian dari negara bagian Hessen dan Rheinland-Pfalz, Jerman)
  5. Provinz Ostpreußen (Oblast Kaliningrad, Rusia; Provinsi Warminsko-Mazurskie und Teil der Provinsi Pomorskie, Polandia)
  6. Provinz Pommern (bagian dari negara bagian Mecklenburg-Vorpommern, Jerman, Provinsi Zachodniopomorskie, Polandia)
  7. Grenzmark Posen-Westpreußen (bagian dari Provinsi Wielkopolskie, Polandia)
  8. Rheinprovinz (bagian dari negara bagian Nordrhein-Westfalen dan Rheinland-Pfalz, Jerman)
  9. Provinz Sachsen (bagian dari negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman)
  10. Provinz Niederschlesien (Provinsi Dolnoslaskie dan bagian dari Provinsi Lubuskie, Polandia; bagian dari Sachsen, Jerman)
  11. Provinz Oberschlesien (bagian dari Provinsi Slaskie, Provinsi Opolskie, Polandia)
  12. Provinz Schleswig-Holstein (bagian dari negara bagian Schleswig-Holstein dan Hamburg, Jerman)
  13. Provinz Westfalen (bagian dari negara bagian Nordrhein-Westfalen, Jerman)

dan sebuah daerah yang disebut sebagai Tanah Hohenzollern (daerah negara bagian Baden-Württemberg, Jerman)

Runtuhnya Negara Prussia

Setelah pengangkatan pangkat Hitler sebagai kanselir baru, para Nazis memanfaatkan ketidak hadirannya Franz von Papen sebagai kesempatan untuk mengangkat Hermann Göring sebagai komisaris federal untuk untuk kementrian Prussia dalam negeri. Pemilihan Reichstag pada 5 Maret 1933 memperkuat posisi Partai Nazi, walaupun mereka tidak mendapatkan mayoritas mutlak.

Karena bangunan Reichstag terbakar beberapa minggu sebelumnya, Reichstag baru dibuka di gereja Garrison dari Potsdam pada 21 Maret 1933 dengan kehadiran presiden Paul von Hindenburg. Dalam rapat penuh propaganda antara Hitler dan Partai Nazi, “pernikahan Prussia tua dengan Jerman muda” dirayakan, untuk memenangkan monarkis Prussia, konserfatif, dan nasionalis serta menyebabkan mereka untuk memilih pada Enabling Act of 1933.

Di negara terpusat yang dibuat oleh para Nazi dalam “Hukum Pembangunan Reich” (“Gesetz über den Neuaufbau des Reiches”, 30 January 1934″) dan “Hukum pada Gubernur Reich” (“Reichsstatthaltergesetz”, 30 January 1935) negaranya larut, bahkan jika tidak ada di hukum. Pemerintahan negara federal sekarang dikuasai oleh Pemerintah untuk Reich yang ditunjuk oleh para kanselir. Bersamaan dengan itu, organisasi partai ke distrik (Gaue) mendapatkan peningkatan perhatian, dengan resmi bertanggung jawab atas Gau, yang lagi ditunjuk oleh para kanselir yang pada saat yang sama ketua Partai Nazi.

Di Prussia, kebijakan sentralistik ini pergi lebih jauh lagi. Mulai 1934 hampir semua kementrian disatukan dan hanya beberapa departemen yang mampu mendapatkan kembali kebebasan mereka. Hitler sendiri dengan resmi menjadi gubernur Prussia. Fungsinya dieksekusi, oleh Hermann Göring, sebagai perdana menteri Prussia.

Sebagaimana disediakan untuk dalam “Hukum Greater Hamburg” (“Groß-Hamburg-Gesetz”), bursa wilayah tertentu mengambil alih. Prussia diperluas pada 1 April 1937, sebagai permintaan, oleh inkorporasi kota Bebas dan Hansa Lübeck.

Dataran Prussia dipindah ke Polandia setelah Persetujuan Versailles dianeksasi-ulang ketika dalam masa Perang Dunia II. Namun, sebagian besar wilayahnya tidak disatukan kembali ke Prussia namun ditetapkan untuk memisahkan Gaue Prussia Barat-Danzig dan Wartheland.

Dengan berakhirnya kekuasaan Nazi pada 1945 Jerman dibagi menjadi Zona Kependudukan, dan perpindahan mengontrol di timur garis Oder-Neisse, (termasuk Silesia, Pomerania Jauh, Brandenburg Timur, dan sebelah selatan Prussia Timur), ke Polandia, dengan selatan ketiga dari Prussia Timur, termasuk Königsberg (sekarang Kaliningrad), pergi ke Persatuan Soviet. Sekarang Kaliningrad Oblast adalah eksklave Russia diantara Lithuania dan Polandia. Semasa Pasukan Soviet mengambil alih Jerman sebelah timur, diperkirakan sepuluh juta warga Jerman diterbangkan, diusir (atau mungkin tidak bisa kembali) dari wilayah ini sebagai bagian dari Perjanjian Potsdam dan sangsi keluarnya Jerman dari Eropa Timur.

Sebagai bagian dari tujuan perang mereka, Sekutu barat mencari cara untuk menghapus negara Prussia. Stalin adalah konten inisial untuk mempertahankan nama, Russia memiliki pandangan sejarah berbeda dari tetangganya dan terkadang bekas sekutu. Dalam hukum #46 pada 25 Februari 1947, Majelis Kuasa Sekutu dengan resmi memproklamirkan bubarnya negara Prussia.

Keadaan Setelah Perang Dunia II dan Akhir Riwayat Prussia

Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945 dengan kekalahan telak Jerman. Jerman diduduki oleh Tentara Sekutu, ketiga pemenang utama Perang Dunia II: Uni Soviet, Amerika Serikat dan Britania Raya. Lalu Perancis ikut pula menduduki Jerman. Wilayah Jerman kemudian dibagi empat dan semua wilayah Jerman di sebelah timur sungai Oder dan sungai Neisse diberikan kepada Polandia dan Rusia. Jerman kehilangan Pomerania, Silesia, Prusia Timur dan Brandenburg Timur. Kala itu lebih dari 10 juta warga Jerman diusir dari wilayah-wilayah tersebut.

Tentara Sekutu kemudian menghapuskan status Prusia sebagai sebuah negara bagian dan wilayahnya dipecah-pecah. Prusia Timur dari mana nama Prusia mendapatkan namanya, dibagi antara Rusia (sebagai negara bagian Uni Soviet) dan Polandia.

Meski sudah dihapuskan, banyak yang menilai bahwa negara Jerman Timur merupakan sebuah kontinuasi dari Prusia.

Setelah persatuan kembali Jerman pada tahun 1990 ada yang mengusulkan untuk membentuk kembali negara Prusia namun banyak yang menentang sehingga akhirnya tidak jadi.

Sedangkan setelah leburnya Uni Soviet pada tahun 1991, Kaliningrad, daerah Prusia Timur bagian utara, yang setalah tahun 1945 dikosongkan dari warga Jerman, mulai dimukimi warga Jerman lagi, terutama mereka yang berasal dari Kazakhstan. Sekarang di Prusia Timur ada sekitar 10.000 warga etnis Jerman.

Diambil dari Wikipedia Indonesia dan Wikipedia English 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s