Change

Saat waktu memaksa kedua kaki saya untuk melangkah naik menuju tangga kedewasaan, lingkungan memaksa saya untuk berubah.

Bahkan, para dosen di universitas selalu berkata tentang berubah, berubah, dan berubah. Mereka berkata, “Sebab semua yang ada dalam hidup tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri.” Mereka mengajarkan, “Alangkah bijaksananya, jika kita mengikuti setiap perubahan yang ada dan mengubah diri kita agar tidak kalah dengan perubahan tersebut.”

Saya, sebagai tipikal orang yang nyaman dengan kondisi yang ada dan takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan tidak familiar bagi diri saya, memandang sebuah perubahan dengan pandangan skeptis dan berpikir untuk membangun dinding yang kokoh dan kuat sebagai perisai untuk melawan  hal tersebut.

Meskipun, beberapa bulan terakhir ini, saya menyadari diri saya telah melakukan beberapa perubahan dan tanpa saya sadari saya telah berubah sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus berdamai dengan perubahan dan bagian-bagian pada diri saya yang telah berubah. Sebab saya sadar, saya tetaplah saya, tidak peduli sebanyak apa saya berubah. Sebab perubahan itu datang secara alami, dari dalam diri saya sendiri, tanpa adanya paksaan maupun tuntutan dari lingkungan serta orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s